Entri Populer

Senin, 17 Januari 2011

Merindu Dendam ...

Aha ... tidak mudah mengubur sesuatu yang pernah melekat begitu lekat dalam relung hati dan jiwa. Putus sudah tak ada kabar sejak aku berkata "Maafkanlah aku ... tapi sebaiknya janganlah lagi aku dan kau bertaut pandang. Karena aku tak kan kuasa."
Masih terasa jelas ditelingaku kau berkeras untuk melaksanakan maghrib disini, mungkin saja untuk mendapat sedikit jawaban terbaik untuk kau dan aku.
Tapi sekali lagi dengan lantang kukatakan "Sebaiknya pergilah ... mesjid tak jauh pula dapat kau jangkau, langkahkanlah kakimu kesana."
Sesak nafas dan panas mataku menahan air mata agar tak menunggalkan tempatnya.
Saat itu tidak hanya dua hati kami yang bercerai tapi juga luka kugores pada hati sepupu dan bibiku, semua karena cemburu telah menelanku hidup-hidup.
Bukan sebentar waktu tidak kudapati kabarmu. Lebih dari 10 tahun, dan hatiku bergelut dalam rasa bersalah berkepanjangan.
Waktu menyadarkan dan membuatku sedikit dewasa (sedikit sekali), dan kuputuskan untuk mencari dan mengatakan maafkan atas segala luka yang kutinggalkan. Cemburu yang membuat beberapa hati terluka.
Dan kudapati kau dalam akun facebook. 
Kutumpahkan segala sesal dan kumohonkan maaf, dan singkat kau balas "Sudah kumaafkan sebelum kau minta."
Alhamdulillah ...
Ringan rasa tubuh dan jiwaku saat itu ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar